Text
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN STIKES GUNA BANGSA YOGYAKARTA
Latar Belakang : Perilaku merokok di mahasiswa tidak terjadi tanpa adanya hal-hal yang mendorong perokok untuk melakukan tindakan tersebut. Banyak faktor yang mendorong individu untuk merokok, sekelompok teman sebaya juga diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja/mahasiswa tentang perilakunya. Stres merupakan suatu keadaan yang dialami manusia ketika ada sebuah ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan yang diterima dan kemampuan untuk mengatasinya.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Stikes Guna Bangsa Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan metode cross-sectional. Dilakukan pada bulan Maret-April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasisa keperawatan sebanyak 106 orang dan sampel sebanyak 95 orang. Teknik sampling Proprotionate Stratified Random Sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariabel dan analisis bivariabel menggunakan uji spearman rank.
Hasil : Hasil pada penelitian ini diperoleh data bahwa tingkat stres masuk dalam tingkatan ringan yaitu 50,6% responden, dan perilaku merokok masuk dalam tingkatan ringan yaitu 43,2%. Hasil analisis korelasi spearman rank pada penelitian ini menunjukkan jika nilai koefisien korelasi variabel tingkat stres dengan perilaku merokok bernilai P = 0,002 ( P < 0,05) dengan signifikansi 0,430
Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel tingkat stres dengan perilaku merokok. Sehingga hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain