Text
HUBUNGAN KEBIASAAN PENGGUNAAN POPOK DENGAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING ANAK USIA 1-3 TAHUN DI POSYANDU TEMPEL SARI MAGUWOHARJO DEPOK 1 SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang : Usia 1-3 tahun adalah usia toddler, merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat cepat, usia ini juga belajar
mengendalikan buang air kecil dan buang air besar menjelang usia tiga tahun, sangat penting bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan motorik seperti belajar penerapan toilet training dengan benar. Dalam melakukan latihan buang air besar dan buang air kecil pada anak membutuhkan persiapan baik secara fisik, psikologis, maupun secara intelektual. Dampak yang paling umum dalam kegagalan toilet training seperti adanya perlakuan atau tuntutan yang ketat orang
tua kepada anaknya yang dapat menganggu kepribadian anak dimana anak cenderung minder dan bersikap keras kepala.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kebiasaan penggunaan popok dengan kemampuan toilet training anak usia 1-3 tahun di posyandu Tempel Sari
Maguwoharjo Depok 1 Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah anak yang berusia 1-3
tahun di Posyandu Tempel Sari Maguwoharjo Depok 1 Sleman yakni sebanyak 45 anak dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner yang di analisis menggunakan uji spearman rank.
Hasil : sebagian besar responden memiliki kebiasaan penggunaan popok dalam kategori selalu 21 responden (46,7%), dan kemampuan toilet training dalam
kategori cukup 16 responden (35,6%).
Kesimpulan : Disimpulkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan penggunaan popok dengan kemampuan toilet training anak usia 1-3 tahun di Posyandu Tempel
Sari Maguwoharjo Depok 1 Sleman Yogyakarta dengan p-value 0,006.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain